MEDAN, Boa Boa News,
Ibadah mahasiswa dan keluarga dosen yang dilaksanakan di Chapel Universitas Sumatera Utara (USU), berlangsung sangat meriah dan penuh sukacita. Sabtu, 23/8/2026
Kegiatan ibadah yang difasilitasi USU tersebut dilaksanakan di Student Hall USU, dihadiri sekitar 500 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, keluarga dosen, serta warga sivitas akademika USU.
Untuk mendukung kehadiran mahasiswa, USU juga menyediakan bus keliling yang menjemput dan mengantar kembali mahasiswa dari sejumlah titik yang telah ditentukan.

Ibadah menghadirkan Pdt. Dr. Julius Sianturi, M.Pd.K., DCC sebagai pengkhotbah. Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema “Teguh Berpegang kepada Kebenaran di Tengah Dunia Digital”, dengan dasar pemberitaan firman Tuhan dari Surat Efesus 4 : 7 – 16.
Pesan khotbah menekankan pentingnya mahasiswa tetap teguh berpegang pada kebenaran firman Tuhan di tengah perkembangan dunia digital yang membawa berbagai informasi, pengaruh, dan tantangan kehidupan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut keluarga dosen, di antaranya St. Raja Hasoge Timbul Panjaitan dan Ir. Surung Panjaitan.

St. Raja Hasoge Timbul Panjaitan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan itu. Kegiatan ibadah yang terselenggara ini harus disyukuri atas perhatian USU yang menyediakan fasilitas di Student Hall USU serta menyediakan bus keliling untuk menjemput dan mengantar kembali para mahasiswa dari beberapa lokasi yang telah ditentukan.
“Ini merupakan perwujudan tanggung jawab universitas dalam membina mahasiswa, termasuk memberikan ruang bagi mereka untuk berserikat, berkumpul, dan meningkatkan keimanannya.” ujar St. Raja Hasoge Timbul Panjaitan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani bagi mahasiswa sangat penting dilakukan karena banyak mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jauh dari orang tua.

“Mengingat para mahasiswa jauh dari orang tuanya, sebagai pengganti orang tua adalah para dosen dan keluarga dosen yang akrab bersekutu dalam setiap ibadah, hal kegiatan Chapel ada baiknya di seluruh Universitas yang ada di Negara Indonesia tercinta ini melakukannya.” cetusnya.
Sementara itu, Ir. Surung Panjaitan mengungkapkan sejarah pembangunan Chapel USU sudah dimulai sejak tahun 1987.
“Pertama kali mendirikan Chapel USU pada tahun 1987 adalah saya. Biaya pembangunannya merupakan bantuan Presiden Soeharto melalui Walikota Medan H.Agus Salim Rangkuti, serta sumbangan para dosen.

Pembangunannya diprakarsai oleh pihak Majelis Persekutuan Iman Kristen USU.
Ia mengatakan, setelah gedung Chapel USU selesai dibangun, gedung tersebut terus dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan dan peningkatan spiritual mahasiswa maupun dosen.
“Saya sebagai alumni Fakultas Teknik USU sangat bersyukur kepada Tuhan dapat mengerjakan pembangunan Chapel USU tepat waktu,” tutur Surung Panjaitan.
Kegiatan ibadah mahasiswa dan keluarga dosen diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan iman, mempererat persekutuan antara mahasiswa, dosen dan keluarga dosen, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan moral dan spiritual selama menempuh pendidikan di USU. (PS 01)




