Simalungun, Boa Boa News
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn hadiri Peresmian Renovasi Makam Tokoh Simalungun dr. Djasamen Saragih Sumbayak, di Aman Raya Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8/2026).
Dalam sambutannya Wali Kota Wesly menegaskan, peresmian tersebut bukan sekadar meresmikan makam yang telah dibangun kembali, melainkan wujud penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu.
Menurut Wesly, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya, menjaga jejak sejarah, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
Cicit almarhum dr. Djasamen Saragih, Patra Saragih Sumbayak menjelaskan, renovasi makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggalkan warisan pengabdian bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS) dr. Sarmedi Purba mengungkapkan, menjadi dokter di era 1930-an merupakan perjuangan yang tidak mudah. Saat itu, pendidikan kedokteran masih sangat terbatas dan hanya dapat diakses melalui sekolah yang diselenggarakan Pemerintah Hindia Belanda bagi kalangan pribumi.
Ia juga mengingatkan, sekitar tahun 1943 dr. Djasamen Saragih berpindah ke Pematangsiantar dan menjadi tokoh penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan yang kini dikenang melalui nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra Hasudungan Manurung.
Sementara itu, Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih SE MM memberikan apresiasi dan penghargaan atas terlaksananya renovasi makam tersebut. Menurutnya, makam dr. Djasamen Saragih tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada tokoh Simalungun, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata pendidikan yang dapat memperkenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
Kegiatan diakhiri penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya renovasi makam dr. Djasamen Saragih Sumbayak. (gar)




