Boa Boa News
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
No Result
View All Result
Boa Boa News
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
PENCAIRAN DANA DESA, OKNUM DPNPM SIMALUNGUN, PERAS PANGULU RP 25 JUTA/DESA

KEBUN SAWIT PT KASS, DIDUGA TIDAK PUNYA IZIN HGU DAN IUP.

Seluas Ratusan Hektar Kebun milik PT KASS di daerah Kecamatan Hatonduhan diduga beroperasi tanpa izin , diduga menggelapkan Pajak sejak Milliaran Rupiah sejak PT KASS Berdiri.

by boaboanews.com
19/06/2025
in Simalungun
Share on FacebookShare on Twitter

SimalungunBoaBoaNews. 

PT KASS, Satu Usaha Perkebunan yang disebut-sebut, dimiliki oleh Pengusaha asal Asahan, yang diduga tidak punya Izin Hak Guna Usaha (HGU) dan Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Dugaan yang dilontarkan Warga Nagori Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan ke Media Online BoaBoaNews Jumat 13/-2025 lalu di Siantar. Warga yang bermarga Sinaga ini mengatakan PT KASS ini tidak bermanfaat bagi warga sekitar, karena sejak berdiri 1987 lalu, belum pernah memberi kontribusi apapun kepada warga sekitar.

Contoh kecilnya: Pekerja di Kebun tersebut semua diangkut dari luar Kecamatan Hatonduhan. Selain itu Perusahaan ini belum pernah memberi dana CSR ( Corporation Social Responsibility kepada warga sekitar.

Masih menurut Sinaga, lahan tersebut dulunya dikuasai oleh Warga yang datang dari Desa desa sekitar, pada tahun 1943, ketika pejuang Kemerdekaan berperang Gerilya melawan Tentara Jepang. Para Pejuang mengundang Warga dari Desa-desa sekitar yakni: Kampung Sorba(Hatonduhan), Sipangan Bolon (Girsang Sipangan Bolon) , Tiga Dolok ( Dolok Panribuan) Tanah Jawa dan Jorlang Hataran.

Bersama para Pejuang, membuka Hutan, untuk ditanami bahan Pangan seperti, Ubi, Jagung dan Padi serta tanaman- tanaman keras yang bisa menyokong kebutuhan Warga dan Pejuang, mereka menamai Lokasi itu Kampung SIMANGANDIUN.

Setelah Kemerdekaan, Belanda kembali masuk, namun Pejuang bertekad mengusir Penjajah  Belanda. Perang pun lanjut pada Agresi Pertama dan Kedua yang karena, tekad ingin merdeka  banyak Pejuang bergerilya mengusir Belanda di malam hari dan disiang hari menjadi Petani. Warga yang awalnya hanya belasan semakin banyak hingga berjumlah ratusan.

Ketika Belanda akhirnya takluk, sebagian Pejuang menetap di lokasi tersebut bersama Petani memperluas lahan kebun. Namun setelah Kemerdekaan, banyak Petani semakin mendekat dan berpindah ke pemukiman yang memiliki fasilitas Jalan Raya, salah satu Desa yang mereka tuju adalah Desa Tangga Batu, yang saat ini masuk Kecamatan Hatonduhan. Namun lahan yang mereka sudah garap tidak ditinggalkan walau tidak bertempat tinggal disana, lagi.

Pada 1987, Seorang Pengusaha dari Asahan menggandeng Pengusaha Ubi dari Bah Gunung bernama Ngadiman mendekati Warga, yang masih berladang di Simangandio. Melalui agen mereka di Tangga Batu yang bernama Raja Humaliang Sinaga yang bertindak sebagai Makelar, sekaligus Dalang yang mengiming imingi warga dengan janji palsu, berhasil menguasai lahan tersebut seluas ratusan hektar.

Awalnya disebut system sewa untuk ditanami ubi racun, namun dipertengahan tahun Sembilan puluhan, lahan tersebut dikuasai pengusaha dari Asahan dan ditanami Sawit.

Awalnya Warga Protes, namun dengan dalih sudah melunasi pembayaran dengan Ngadimin, ex mitranya yang pengusaha Pabrik Ubi Racun, dan mengandalkan aparat di Era Orde Baru, warga akhirnya hanya bisa diam dan si Pengusaha melenggang tetap menguasai lahan tersebut.

Generasi cucu Tangga Batu melihat perilaku Pengusaha PT KASS ini mulai mengulik keberadaan Perusahaan, dan mereka menyimpulkan bahwa PT KASS diduga tidak punya Izin HGU dan IUP.

Sejak PT KASS berdiri, Warga Tangga Batu, warga yang dulu di Lahan tersebut tidak pernah dilibatkan.Pekerja PT KASS ini mulai dari Buruh Imas, Buruh Panen, Replanting, Sopir Truck bahkan Tukang sapu, semua diangkut dari luar daerah, lalu di inapkan di Barak yang disediakan oleh PT KASS, Buruh saja tak dikasi apalagi staff.

Anehnya walaupun disebut-sebut ada Perusahaan (PT KASS) namun operasional PT ini seperti Amatiran. Managemennya diduga hanya menagemen keluarga, tanpa penataan yang berbau professional.

Buruh diduga tidak dilindungi UU Perburuhan, terbukti ketika ada yang Pensiun,dipecat maupun yang keluar, tidak diberi Pesangon. Demikian juga yang sakit tidak dilindungi BPJS Tenaga Kerja dan banyak lagi, kecurangan yang tidak menggambarkan professional Perusahaan tingkat PT.

Saat ini mereka sudah mengirimkan surat ke Bupati Simalungun melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Perdagangan, mempertanyakan Izin tersebut.

Hingga berita ini dinaikkan, Bupati Simalungun belum memberi respon kepada warga Tangga Batu. Warga Tangga Batu berharap agar Pemkab Simalungun segera mengklarifikasi surat warga dan jika Izin memang tidak ada, PT KASS harus di persona non grata kan ucap Sinaga penuh antusias. (pu-el).

Share224Tweet140Share56Pin50

Artikel Terkait

IRIGASI JEBOL 60 HA SAWAH TERANCAM GAGAL TANAM
Simalungun

IRIGASI JEBOL 60 HA SAWAH TERANCAM GAGAL TANAM

by boaboanews.com
28/07/2026

SimalungunBoaBoaNews  IIrigasi tersier di Kelurahan Balata, Dusun Lumban Sihobuk sudah berulang jebol di titik-titik rawan, namun pembangunan tak kunjung datang....

Read more
Semen Langka Di Siantar – Simalungun Akibatnya Harga Naik Melambung
Simalungun

Semen Langka Di Siantar – Simalungun Akibatnya Harga Naik Melambung

by boaboanews.com
01/07/2026

Simalungun, Boa Boa News Dua bulan terakhir ini berbagai jenis bahan material bangunan mengalami kenaikan drastis di daerah Kabupaten Simalungun...

Read more
Wali Kota Siantar Bersama Gubsu dan KDH Sumut Hadiri Pembukaan PIISU di Parapat
Simalungun

Wali Kota Siantar Bersama Gubsu dan KDH Sumut Hadiri Pembukaan PIISU di Parapat

by boaboanews.com
12/06/2026

Parapat, Boa Boa News Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Gubernur Sumatera Utara Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution...

Read more
Perumda Tirtauli Pematangsiantar Tolak Usulan Berdamai Sekda Simalungun.
Simalungun

Perumda Tirtauli Pematangsiantar Tolak Usulan Berdamai Sekda Simalungun.

by boaboanews.com
05/06/2026

Simalungun, Boa Boa News Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk kedua kalinya melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke II dengan beberapa Instansi...

Read more

Berita Terkini

Simalungun

IRIGASI JEBOL 60 HA SAWAH TERANCAM GAGAL TANAM

28/07/2026
Siantar

Pemko dan Polres Siantar Bahas Kesiapan Sumatera Utara Rally Fia Asia Pasific Rally Championship

22/07/2026
Siantar

Wali Kota Ajak API Terus Berkolaborasi Dukung Kemajuan Daerah

21/07/2026
Siantar

Pemko Siantar Gelar Job Fair Tersedia 1000 Loker dari 35 Perusahaan

17/07/2026
Siantar

Wali Kota Bantu Polres Siantar 1000 Unit Alat Tes Urin

16/07/2026
Siantar

Festival Rakyat dan Nobar Bola Gembira Piala Dunia di Adam Malik Siantar

15/07/2026
Siantar

UMKM Siantar Expo Dibuka di Lapangan Parkir Wisata

14/07/2026
Sumut

Wali Kota Wesly Hadiri Rakor Asistensi dan Monitoring di Kantor Gubsu

14/07/2026
Siantar

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Dibuka Wali Kota Siantar

13/07/2026
Siantar

Bunda PAUD Siantar Hadiri Pembukaan MPLS TK Pembina Negeri 2

13/07/2026
Siantar

Wali Kota Siantar Bersama Tokoh Agama Terima Peneliti SETARA Institute

09/07/2026
Sumut

Wesly Silalahi Hadiri Pagelaran Seni dan Budaya Siantar di PRSU Medan

09/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Terms
  • Policy
  • Pedoman

© 2020-2024 Boa Boa News

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI

© 2020-2024 Boa Boa News

rotasi barak berita hari ini danau toba

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In