Boa Boa News
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
No Result
View All Result
Boa Boa News
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI
PENCAIRAN DANA DESA, OKNUM DPNPM SIMALUNGUN, PERAS PANGULU RP 25 JUTA/DESA

KEBUN SAWIT PT KASS, DIDUGA TIDAK PUNYA IZIN HGU DAN IUP.

Seluas Ratusan Hektar Kebun milik PT KASS di daerah Kecamatan Hatonduhan diduga beroperasi tanpa izin , diduga menggelapkan Pajak sejak Milliaran Rupiah sejak PT KASS Berdiri.

by boaboanews.com
19/06/2025
in Simalungun
Share on FacebookShare on Twitter

SimalungunBoaBoaNews. 

PT KASS, Satu Usaha Perkebunan yang disebut-sebut, dimiliki oleh Pengusaha asal Asahan, yang diduga tidak punya Izin Hak Guna Usaha (HGU) dan Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Dugaan yang dilontarkan Warga Nagori Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan ke Media Online BoaBoaNews Jumat 13/-2025 lalu di Siantar. Warga yang bermarga Sinaga ini mengatakan PT KASS ini tidak bermanfaat bagi warga sekitar, karena sejak berdiri 1987 lalu, belum pernah memberi kontribusi apapun kepada warga sekitar.

Contoh kecilnya: Pekerja di Kebun tersebut semua diangkut dari luar Kecamatan Hatonduhan. Selain itu Perusahaan ini belum pernah memberi dana CSR ( Corporation Social Responsibility kepada warga sekitar.

Masih menurut Sinaga, lahan tersebut dulunya dikuasai oleh Warga yang datang dari Desa desa sekitar, pada tahun 1943, ketika pejuang Kemerdekaan berperang Gerilya melawan Tentara Jepang. Para Pejuang mengundang Warga dari Desa-desa sekitar yakni: Kampung Sorba(Hatonduhan), Sipangan Bolon (Girsang Sipangan Bolon) , Tiga Dolok ( Dolok Panribuan) Tanah Jawa dan Jorlang Hataran.

Bersama para Pejuang, membuka Hutan, untuk ditanami bahan Pangan seperti, Ubi, Jagung dan Padi serta tanaman- tanaman keras yang bisa menyokong kebutuhan Warga dan Pejuang, mereka menamai Lokasi itu Kampung SIMANGANDIUN.

Setelah Kemerdekaan, Belanda kembali masuk, namun Pejuang bertekad mengusir Penjajah  Belanda. Perang pun lanjut pada Agresi Pertama dan Kedua yang karena, tekad ingin merdeka  banyak Pejuang bergerilya mengusir Belanda di malam hari dan disiang hari menjadi Petani. Warga yang awalnya hanya belasan semakin banyak hingga berjumlah ratusan.

Ketika Belanda akhirnya takluk, sebagian Pejuang menetap di lokasi tersebut bersama Petani memperluas lahan kebun. Namun setelah Kemerdekaan, banyak Petani semakin mendekat dan berpindah ke pemukiman yang memiliki fasilitas Jalan Raya, salah satu Desa yang mereka tuju adalah Desa Tangga Batu, yang saat ini masuk Kecamatan Hatonduhan. Namun lahan yang mereka sudah garap tidak ditinggalkan walau tidak bertempat tinggal disana, lagi.

Pada 1987, Seorang Pengusaha dari Asahan menggandeng Pengusaha Ubi dari Bah Gunung bernama Ngadiman mendekati Warga, yang masih berladang di Simangandio. Melalui agen mereka di Tangga Batu yang bernama Raja Humaliang Sinaga yang bertindak sebagai Makelar, sekaligus Dalang yang mengiming imingi warga dengan janji palsu, berhasil menguasai lahan tersebut seluas ratusan hektar.

Awalnya disebut system sewa untuk ditanami ubi racun, namun dipertengahan tahun Sembilan puluhan, lahan tersebut dikuasai pengusaha dari Asahan dan ditanami Sawit.

Awalnya Warga Protes, namun dengan dalih sudah melunasi pembayaran dengan Ngadimin, ex mitranya yang pengusaha Pabrik Ubi Racun, dan mengandalkan aparat di Era Orde Baru, warga akhirnya hanya bisa diam dan si Pengusaha melenggang tetap menguasai lahan tersebut.

Generasi cucu Tangga Batu melihat perilaku Pengusaha PT KASS ini mulai mengulik keberadaan Perusahaan, dan mereka menyimpulkan bahwa PT KASS diduga tidak punya Izin HGU dan IUP.

Sejak PT KASS berdiri, Warga Tangga Batu, warga yang dulu di Lahan tersebut tidak pernah dilibatkan.Pekerja PT KASS ini mulai dari Buruh Imas, Buruh Panen, Replanting, Sopir Truck bahkan Tukang sapu, semua diangkut dari luar daerah, lalu di inapkan di Barak yang disediakan oleh PT KASS, Buruh saja tak dikasi apalagi staff.

Anehnya walaupun disebut-sebut ada Perusahaan (PT KASS) namun operasional PT ini seperti Amatiran. Managemennya diduga hanya menagemen keluarga, tanpa penataan yang berbau professional.

Buruh diduga tidak dilindungi UU Perburuhan, terbukti ketika ada yang Pensiun,dipecat maupun yang keluar, tidak diberi Pesangon. Demikian juga yang sakit tidak dilindungi BPJS Tenaga Kerja dan banyak lagi, kecurangan yang tidak menggambarkan professional Perusahaan tingkat PT.

Saat ini mereka sudah mengirimkan surat ke Bupati Simalungun melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Perdagangan, mempertanyakan Izin tersebut.

Hingga berita ini dinaikkan, Bupati Simalungun belum memberi respon kepada warga Tangga Batu. Warga Tangga Batu berharap agar Pemkab Simalungun segera mengklarifikasi surat warga dan jika Izin memang tidak ada, PT KASS harus di persona non grata kan ucap Sinaga penuh antusias. (pu-el).

Share224Tweet140Share56Pin50

Artikel Terkait

Petani dan Pemkab Simalungun Mengalami Kerugian 2.800 Ton Gabah/Musim Panen
Pertanian

Petani dan Pemkab Simalungun Mengalami Kerugian 2.800 Ton Gabah/Musim Panen

by boaboanews.com
11/05/2026

Simalungun, Boa Boa News "Sejak bulan Januari 2026 sampai bulan Mei 2026, Petani dan Pemerintah Kabupaten Simalungun mengalami kerugian besar...

Read more
Perumda Tirtauli Kota Siantar Tidak Dapat Tunjukkan Izin Penggunaan Umbul Air
Simalungun

Perumda Tirtauli Kota Siantar Tidak Dapat Tunjukkan Izin Penggunaan Umbul Air

by boaboanews.com
09/05/2026

Simalungun, Boa Boa News Pemerintah Kabupaten Simalungun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Instansi jajaran Pemkab Simalungun, di ruang...

Read more
Pemkab Simalungun Berupaya Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Jalan
Simalungun

Pemkab Simalungun Berupaya Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Jalan

by boaboanews.com
28/04/2026

Simalungun, Boa Boa News Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun lakukan peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan. Langkah ini diambil sebagai...

Read more
Rakor HLM TP2DD Dan Evaluasi PAD Triwulan I Dorong Peningkatan PAD
Simalungun

Rakor HLM TP2DD Dan Evaluasi PAD Triwulan I Dorong Peningkatan PAD

by boaboanews.com
28/04/2026

Simalungun, Boa Boa News Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi...

Read more

Berita Terkini

Siantar

IPK dan MPC PP Sepakat Jaga Kondusivitas di Kota Siantar

12/05/2026
Pertanian

Petani dan Pemkab Simalungun Mengalami Kerugian 2.800 Ton Gabah/Musim Panen

11/05/2026
Siantar

HUT ke-67 GKPS Efrata Resort Siantar II Dihadiri Wali Kota

10/05/2026
Simalungun

Perumda Tirtauli Kota Siantar Tidak Dapat Tunjukkan Izin Penggunaan Umbul Air

09/05/2026
Siantar

Kick Off Awali Liga Sepakbola Usia Dini Kota Pematangsiantar 2026

08/05/2026
Siantar

Pelaku UMKM Kader UP2K PKK Tomuan Peroleh Bantuan Peralatan

07/05/2026
Siantar

Ketua Dekranasda Bangga Produk UMKM Siantar Masuk ke Hotel

07/05/2026
Siantar

Musda XIV KNPI Siantar 9 Mei Wali Kota Diharapkan Hadir

07/05/2026
Siantar

Wali Kota Buka MTQN ke-58 Tingkat Kota Pematangsiantar

06/05/2026
Siantar

Wali Kota Sambut Ephorus GKPS dan Panitia Konser Harmoni 30 Tahun UEM

06/05/2026
Siantar

BPS, PT PLN dan Dinsos Berkolaborasi Perkuat Sensus Ekonomi

06/05/2026
Siantar

Ketua TP PKK Kunjungi Sejumlah PAUD SAB Siantar dan Suapi Siswa

05/05/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Terms
  • Policy
  • Pedoman

© 2020-2024 Boa Boa News

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • REGIONAL
  • SAMOSIR
  • HUMBAHAS
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • DUNIA
  • EDUKASI

© 2020-2024 Boa Boa News

rotasi barak berita hari ini danau toba

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In