Pematangsiantar, Boa Boa News
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Kota Pematangsiantar, di Ruang TB Simatupang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar jalan H Adam Malik, Senin (9/2-2026).
Dalam sambutannya yang disampaikan Junaedi Antonius Sitanggang, Wesly berharap melalui HLM dan Rakorwil tersebut bisa terjadi peningkatan digitalisasi di Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman memaparkan Perkembangan Digitalisasi Kota Pematangsiantar.
Menurutnya, pembayaran non tunai untuk pajak dan retribusi di Kota Pematangsiantar hingga semester II Tahun 2025 tercatat sebesar 72,5 persen. Terdapat delapan pos retribusi yang menjadi pendorong transaksi non tunai, dengan mayoritas secara resmi digital via teller.
“Transaksi digital agar ditingkatkan lagi. Masih banyak peluang,” kata Ahmadi.
Lebih lanjut Ahmadi mengatakan, untuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Pematangsiantar tahun 2025 tercatat sebesar Rp688.356.389.069 atau mengalami pertumbunan 111 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp325.849.868.094, dengan jumlah merchant 87.484.
Dilanjutkan Sosialisasi Kriteria Championship oleh Kemenko Perekonomian, yang diikuti secara daring (online), Diskusi Panel Katalis I P2DD berupa Penguatan Implementasi KKI Segmen Pemerintah, Piloting integrasi SIPD dan Adopsi SNAP dalam Tata Kelola Keuangan Daerah, Use Case Kerjasama dan Best Practice Kebijakan Daerah dalam Penyediaan Infrastruktur Sinyal/Jaringan, serta Kebijakan Penataan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi di Daerah. (gar)




