Pematangsiantar, Boa Boa News
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan, tekanan Inflasi di Pematangsiantar cenderung tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Hal itu disampaikannya pada Fokus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang digelar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi mewakili wali kota, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Ahmadi Rahman dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Aula TB Simatupang Lantai 4 Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Rabu (18/2-2026).
Tantangan ke depan, lanjut Ahmadi, seperti pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) masih perlu penyesuaian. Kemudian, cuaca basah hingga tengah tahun sehingga menurunkan produksi. Serta sinergi Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus dilakukan dalam rangka stabilisasi harga.
Sekda Junaedi Sitanggang mengatakan, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi month to month (mtm), sedangkan year over year (yoy) mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
“Pasar murah akan dilaksanakan langsung oleh pedagang yang bekerja sama dengan pemerintah kota. Ini real akan kita lakukan, agar langsung pedagang yang melakukan intervensi dalam menjaga inflasi,” tegasnya.
Sementara Kadis Kominfo Johannes Sihombing menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi website aplikasi TPID Pematangsiantar. Operator penginputan harga dari 14 komoditi yang disepakati adalah harga per tiap hari yang di update pukul 07.00 – 11.00 WIB.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyampaikan agar intervensi pasar murah dilakukan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas.
“Ini kita lakukan agar terpusat di lokasi perdagangan. Selain itu agar tidak hanya terpusat di kelurahan atau pusat-pusat pemerintahan,” imbuhnya. (gar)




